5 Cara Hilangkan Rasa Putus Asa

5 Pola pikir yang harus dipegang untuk buang jauh rasa putus asa

Semua orang pernah mengalami kegagalan, bahkan beberapa mungkin sedang berkutat dengannya saat ini. Tetapi pada akhirnya kita semua akan dan harus bangkit. Tidak mudah untuk dilakukan memang. Tetapi tenggelam dalam kegagalan atau memutuskan untuk berjuang kembali sebenarnya cuma masalah pola pikir.

Gelas setengah penuh, bukan gelas setengah kosong

Tinggal setengah jalan lagi sebelum aku meraih kesuksesan.

Langkahku menuju kebahagiaan hanya setengah jalan, masih jauh dari tujuan.

Meskipun sebenarnya sama, dua kalimat di atas sangat terasa perbedaannya, bukan?

Filosofi gelas setengah penuh dan setengah kosong sebenarnya merupakan mantra yang kuat untuk memandang hidup dengan optimisme. Memandang apa yang kita miliki sekarang layaknya gelas setengah penuh akan membuat kita fokus terhadap hal-hal positif dan berekspektasi terhadap hal-hal yang baik pula di masa depan.

Memegang pola pikir seperti ini saja bisa menyuntikkan semangat untuk mencoba meraih kesuksesan atau kebahagiaan di masa depan.

Bukan sekadar omong kosong, karena penelitian yang dilakukan oleh psikolog Susan Segerstrom membuktikan bahwa lulusan sekolah hukum yang memandang hidup mereka dengan filosofi gelas setengah penuh mampu menghasilkan $ 32.667 lebih banyak daripada rekan-rekan mereka yang memandang pencapaian layaknya gelas setengah kosong.

Bahkan orang-orang tersukses di dunia pun pernah mengalami kegagalan…berkali-kali

Walt Disney, JK Rowling, Steven Spielberg, Harland Sanders, Michael Jordan, Steve Jobs, Oprah Winfrey. Siapa di antara mereka yang tidak pernah mengalami jatuh bangun berkali-kali? Mereka bahkan sudah mengalami kegagalan hingga ribuan kali. Bedanya dengan orang yang benar-benar gagal, mereka memilih untuk terus mencoba hingga mendapatkan keberhasilan.

Jangan buru-buru putus asa. Bisa jadi keberhasilanmu menanti setelah kegagalan yang terakhir ini. Seperti ucapan Thomas Alva Edison, “Saya bukan gagal. Saya cuma menemukan 10.000 cara yang belum berhasil.”

Ingat filosofi kerajinan kintsugi setiap kali menemui kegagalan

Merasa hancur dan luluh lantak karena kegagalan terakhir yang kamu alami? Mungkin sudah saatnya kita belajar tentang filosofi kintsugi, mereparasi barang pecah belah yang rusak dengan emas. Cangkir yang sempat pecah justru terlihat lebih indah setelah direparasi dengan emas. Justru retakannya yang begitu kentara menjadikan cangkir tersebut semakin indah.

Mungkin kita akan lebih mudah untuk memetik pelajaran dari sebuah kegagalan ketika kita memandang diri sendiri seperti cangkir retak yang disatukan kembali dengan emas. Kegagalan-kegagalan yang telah kita alami justru membentuk kita menjadi seseorang yang lebih baik, menjadikan kita manusia yang lebih berharga.

Sepanci air panas yang melunakkan sebatang wortel juga menjadikan sebutir telur keras

Semua orang mengalami masalah, merasakan kegagalan, dan menanggung perihnya kesedihan. Tetapi beberapa orang menjadikannya alasan untuk terpuruk, sementara beberapa orang lagi menjadikannya alasan untuk bangkit dan menjadi lebih kuat.

Kita semua diguyur dan direndam air mendidih yang sama. Kita tinggal memilih menjadi sebatang wortel yang lunak atau sebutir telur yang mengeras.

Tuhan itu Maha Baik

Terakhir dan terpenting, ingatlah kalau Tuhan itu tidak jahat. Dia tidak akan menguji kita dengan cobaan yang tidak sanggup kita tanggung. Tuhan tidak menciptakan kita untuk menjadi makhluk gagal. Dia bukan tidak mendengar, hanya sedang menunggu kita memohon dan meminta dengan sungguh-sungguh. Percayalah, pada akhirnya semua doa kita akan didengar dan dikabulkan dengan cara terbaik.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *